Berbuka Puasa di Bawah Tenda
RAJAPOLAH – Sebanyak enam keluarga di Kampung Tanjungjaya RT 07/05 Desa Margajaya Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya terpaksa berbuka puasa di luar rumah dengan menggelar tikar dan membuat tenda dari terpal. Mereka tidak berani kembali ke rumah karena selain rusak akibat gempa, mereka juga khawatir terjadi gempa susulan.
Seperti dilakukan Rojak Nurjaman (65) dan keluarganya. Ia kemarin sore terpaksa berbuka puasa di bawah tenda yang dibangunnya tak jauh dari lokasi rumahnya. Ia khawatir karena tembok rumahnya roboh dan hingga saat ini masih belum dibereskan. “Saya juga mungkin akan tidur disini. Karena di dalam rumah pun kami tidak bisa tidur. Banyak reruntuhan tembok. Rencananya mungkin besok kami mulai membersihkan reruntuhan itu,” ucap Rojak diamini istrinya.
Hal senada dikatakan Salim (50), tetangga Rojak. Rumah Salim pun rusak parah karena selain atapnya yang ambrol juga tembok-temboknya roboh dan retak-retak. “Kami takut akan ada gempa susulan, maka kami pun ikut menggelar tikar dan berbuka puasa di tempat ini bersama anggota keluarga lainnya. Kami mungkin akan tidur disini. Biarpun dingin asal selamat. Kami hanya waspada seandainya terjadi gempa lagi,” tutur dia.
Sementara di tempat terpisah, ratusan warga di Kampung Kerenceng Desa Guranteng Kecamatan Rajapolah menempati sebidang tanah lapang di perkampungan itu. Mereka membuat tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara. Maklum, hampir 40 rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
“Mereka masih ketakutan untuk kembali ke rumahnya. Apalagi tidak sedikit yang mengalami rusak berat. Sebenarnya kami di sini telah menghubungi pihak Dinsos untuk meminta bantuan tenda-tenda yang layak agar masyarakat di sini tidak kedinginan. Tapi sampai saat ini masih belum datang,” ujar H Dedy Permana, salah seorang tokoh masyarakat Pagerageung.
Dia bersama para pemuda desa setempat dan anggota KNPI Kecamatan Pagerageung mencoba memberikan pertolongan pertama guna meringankan beban warga. Terutama dengan mengevakuasi warga dan menjaga harta bendanya yang berada di rumahnya masing-masing. (sla)
Sabtu, September 05, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar