CISAYONG - Akibat gempa tektonik yang terjadi pukul 14.55 kemarin, tercatat 3 orang di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya mengalami luka dan seorang meninggal dunia. Korban yang mengalami luka salah satunya adalah Eti, warga Kampung Sukananjung RT 22/06 Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong. Sedangkan yang meninggal dunia adalah Hendra seorang bocah berusia 5 tahun. Keduanya mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Para korban sempat dirawat di Puskesmas Cisayong. Dokter Asep Hermana salah satu tim medis menyatakan, Eti mengalami luka memar pada bagian dahi kiri dan luka robek pada bagian bibirnya.
“Alhamdulillah sampai saat ini korban masih dirawat di puskesmas ini. Kami tidak memperbolehkan korban yang terluka untuk pulang karena khawatir mengalami gejala susulan (gegar otak, red). Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda seperti itu. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” terangnya.
Sementara itu suami korban Didi (54) menceritakan kejadian yang menimpa istrinya. Ketika gempa terjadi, Didi sedang menjahit sedangkan istri tengah memasak di dapur. “Saya langsung lari keluar rumah bersama anak saya. Saya cari istri saya ke dalam kamar dan dapur, namun tidak ada. Setelah setengah jam berlalu, istri saya berhasil ditemukan oleh Pak Punduh karena terdengar jeritan dari batu-batuan yang menumpuk. Istri saya tertimpa reruntuhan tembok rumah Pak Punduh dan ia terjepit di parit irigasi,” jelasnya.
Sementara di Rajapolah, beberapa rumah roboh. Seperti rumah milik Ajo dan Neni Winiarni warga Kampung Margasari Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah seluas 33 meter persegi. Serta rumah milik Neneng dan Yayan warga Kampung Sukaruji Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.
Saat kejadian, Ajo mengaku jika dirinya bersama 4 angggota keluarga sedang berada di dalam rumah. Ketika itu dirinya tengah membuat kerajinan kipas. Saat terjadi gempa, Ajo menarik seluruh kelurganya keluar rumah sehingga tidak ada korban jiwa. “Saat terjadi gempa saya tarik saja seluruh keluarga saya keluar rumah. Walaupun rumah hampir ambruk saya masih bersyukur karena semua keluarga selamat,” paparnya. Dia mengatakan, untuk sementara ini dirinya bersama anggota keluarga lainnya menginap di rumah saudaranya. (sla/jul)
Sabtu, September 05, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar