Sabtu, September 05, 2009

Bocah 10 tahun Masih Hilang

Pamitan Hendak Ngikuti Pesantren Ramadan

PAGERAGEUNG - Sopyan bocah berusia (10) yang masih duduk di kelas 5 SDN 2 Puteran masih belum jelas rimbanya. Pasca gempa, anak pasangan Komar dan Dede warga Kampung Puteran Kaler Desa Puteran Kecamatan Pagerageung, tidak kunjung pulang sejak terjadinya gempa. Padahal sebelumnya dia hanya pamit hendak mengikuti pesantren Ramadan di sekolahnya.

Menurut Komar, hingga saat ini seluruh keluarga masih mencari keberadaan Sopyan. Karena hingga saat ini dirinya maupun pihak keluarga masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai keberadaan Sopyan.
“Sebelum kejadian gempa, saya bekerja seperti biasa menjadi sopir angkot. Makanya, saat kejadian saya tidak tahu keberadaan anak saya ini. Dan sampai saat ini keluarga semua sedang mencarinya,” ungkap Komar.
Ditambahkan Dede, ibu Sopyan, sehari sebelumnya anaknya hanya pamit hendak ke sekolahnya. Tapi setelah dicari-cari namun tidak ada. Malahan setelah dicari ke rumah teman-temannya pun, Sopyan tidak ada.

“Walaupun saya ibu tirinya Sopyan tapi saya anggap Sopyan sebagai anak saya sendiri. Dan kepergian Sopyan ini sungguh sangat mengguncang semua anggota keluarga. Ketika tidak kujung pulang, saya sempat mencarinya ke rumah teman-temannya tapi kebanyakan mereka tidak mengeahui karena Sopyan baru di sini. Jadi dimungkinkan belum punya teman dekat. Terlebih Sopyan tidak bawa uang,” paparnya sambil menyeka air matanya.

Dia mengenang saat-saat terhakhir bersama Sopyan. Yakni, ketika hendak ke sekolah, dirinya tidak memberikannya uang jajan karena khawatir akan dibelikan petasan. Apalagi ketika pamit, dia masih berpuasa.
“Biasanya uang saku diberikan pada sore hari yakni untuk membeli makanan atau jajanan untuk buka puasa saja. Saya sengaja tidak memberikannya uang karena khawatir dibelikan petasan,” ucap Dede.

Dia mengaku, Sopyan sempat dicari ke rumah saudara-saudara ayahnya yang berada di Garut. Tetapi setelah dicek ternyata nihil hasilnya. Kalau pun pulang ke rumah ibu aslinya di Wanareja Garut, sambung dia, kemungkinannya kecil. Karena Sopyan masih kecil. “Saya akan cek keberadaannya dirumah ibu kandungnya. Mudah-mudahan Sopyan ada di sana. Kalau tidak ada, saya tidak tahu pergi kemana. Saya khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan anak saya selamat,” lirihnya. (jul)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar