Sabtu, September 05, 2009

Wawali Jadi Korban Gempa

Tertimpa Bangunan saat
Hendak Menyelamatkan Diri

KOTA - Wakil Wali Kota Ir H Dede Sudrajat MP merupakan salah satu korban gempa yang mengguncang Tasik kemarin. Menurut keterangan ajudan pribadinya Slamet, ketika gempa terjadi, Dede masih ada di dalam ruangan. Namun ketika berada di tangga tengah untuk turun dari lantai dua bersama para staf dan ajudannya, Dede terkena hujanan eternit, genting dan dinding. Akibatnya, Dede pun langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSU Tasikmalaya dan mendapatkan lima jahitan di tangannya.

“Bapak (wawali, red) biasanya meninggalkan ruangan lebih dari pukul 15.00, sedangkan kejadian (gempa) sebelum waktu itu. Tapi memang saat itu pun beliau tengah bersiap-siap menghadiri acara pisah sambut DPRD di Hotel Asri,” ungkap Slamet.

Masih menurut Slamet, usai diobati, Dede langsung menginstruksikan Direktur RSU Tasikmalaya H Wasisto agar siaga dalam pelayanan. “Beliau sempat meminta Direktur RSU untuk waspada, juga menengok korban yang mulai masuk berbarengan dengan dirinya. Setelah itu beliau pun langsung ikut rapat di bale kota untuk membahas bencana ini,” tandasnya.

H Wasisto membenarkan bila pihaknya telah merawat wakil wali kota. Bahkan tidak hanya wakil wali kota, puluhan korban pun, kemarin, berdatangan ke RSU untuk mendapatkan perawatan. “Saya langsung tarik seluruh medis yang sedang tidak tugas untuk bekerja melayani masyarakat, bahkan kita siaga satu. Seluruh medis harus stand by di rumah sakit, karena diperkirakan korban akan terus berdatangan, terlebih dari daerah pelosok,” jelasnya.

BALE KOTA RUSAK PARAH
Sementara itu gedung Bale Kota sendiri mengalami keruasakan parah akibat guncangan gempa tersebut. Sebagian besar kerusakan itu menimpa atap dan plafon. Malahan hampir semua plafon gedung tersebut terjatuh.

Dari amatan Radar, kerusakan terparah terjadi di ruangan bagian kesejahteraan rakyat (kesra). Di ruangan tersebut hampir semua plafon dan atapnya rusak. Tak ayal ruangan tersebut nampak hancur berantakan.
Selain ruangan tersebut, ruang lain yang juga rusak parah adalah aula, ruang bagian pembangunan, ruang wakil wali kota, ruang rapat wali kota, ruang bagian ekonomi dan plafon yang berada di area luar ruangan.

Saat kejadian, para pegawai pemkot memang masih sedang berada di kantor. Mereka lari menyelamatkan diri setelah kantor yang beralamat di Jalan Letnan Harun Nomor 1 itu terguncang hebat. ”Akibat panik, saya sampai jatuh,” ujar Jajang, staf bagian humas seraya menunjukkan luka di bagian kakinya.
Kata Jajang, selain dirinya, masih banyak pegawai pemkot yang lari tunggang langgang gedung yang mereka diami terguncang. ”Apalagi, saat itu masih jam kantor, jadi banyak yang sedang berada di ruangan,” terangnya.

Sementara itu Usep Sopyan, satuan pengamanan (satpam) Bale Kota mengungkapkan pengalamannya menyaksikan guncangan hebat yang melanda tempatnya bekerja itu. “Saya melihat Bale Kota terguncang. Terlihat dari kejauhan genting-genting mulai berjatuhan dan gedung seakan bergoyang,” ujarnya yang saat kejadian sedang berada di luar gedung.

Sementara berdasarkan pantauan Radar, usai terjadinya bencana tersebut, para pekerja tampak sibuk menyelamatkan barang-barang kantor—termasuk dokumen—agar tidak terkena air hujan. Beberapa barang kantor yang diselamatkan itu di antaranya komputer, televisi dan barang-barang elektronik lainnya. (tin/sep)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar