Sabtu, September 05, 2009

Korban Gempa Karangpawitan Dianaktirikan

Pemkab Belum Turun Tangan
KARANGPAWITAN - Ratusan korban gempa memprotes kebijakan Pemkab Garut dalam penanganan para korban pasca-gempa. Perhatian Pemkab Garut dianggap hanya terfokus di wilayah Garut Selatan. Seperti Pameungpeuk, Cikelet dan Cibalong.

Di Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan, ratusan kepala keluarga (KK) korban gempa, hanya menempati satu tenda bantuan dari Yonif 303 Cibuluh. Rumah mereka hancur dan kini masih bertahan di tenda penampungan sementara yang dibuat di lapangan kecamatan. Atau tenda tersebut berada sekitar 5 km dari pusat pemerintahan Pemkab Garut.

Kepala Desa Lebak Agung Aep Saepudin menyesalkan sikap Pemkab Garut. Sebab hingga hari ketiga pasca-kejaian, ratusan warganya tinggal di lokas penampungan dan sama sekali belum ada perhatian Pemkab Garut. “Jangankan sifatnya pemberian bantuan, kunjungan pun sama sekali tidak ada,” keluhnya.

Dikatakannya, di Desa Lebak Agung terdapat 241 rumah yang rusak akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kondisinya rusak berat sehingga tak bisa ditempati. Aep berharap, pemerintah juga memperhatikan nasib para pengungsi yang merupakan korban gempa di daerahnya. Karena menurutnya, warga Desa Lebak Agung merupakan warga Kabupaten Garut yang berhak mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. “Kami benar-benar merasa dianaktirikan oleh Pemkab Garut. Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali dialami,” paparnya.

Namun Aep merasa beruntung karena HIPMI Pusat, Jabar dan Garut mengunjungi lokasi sekaligus memberikan bantuan. Di tempat yang sama, Camat Karangpawitan Drs Dadeng Thamrin membenarkan jika hingga kini ke daerahnya belum ada kunjungan dari pihak pemkab. Padahal, sebut camat, musibah gempa yang terjadi Rabu (2/9) lalu juga mengakibatkan kerusakan cukup parah di daerah tersebut.

Diterangkan Dadeng, selain Desa Lebak Agung, sejumlah rumah di desa lainnya di Karangpawitan mengalami kerusakan parah akibat diguncang gempa. Dari catatanya rumah rusak mencapai 965 unit, dengan rincian 374 kategori rusak berat, 43 rusak sedang, dan 548 lainnya rusak ringan.
“Karangpawitan merupakan salah satu kecamatan yang mengalami kerusakan cukup parah. Total yang rusak mencapai 965 rumah,” tandasnya. (one)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar