CIPATUJAH – Saat terjadi gempa, masyarakat Pantai Selatan sempat panik. Mereka takut seandainya gempa berkekuatan 7,3 skala richter itu bisa menimbulkan bencana tsunami. Mereka trauma seperti yang sempat mereka alami beberapa tahun silam.
Menurut salah seorang tokoh Desa Sindangkerta Sukna (55), ratusan warganya sempat mengungsi ke lokasi SMPN Cipatujah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman tsunami, seperti isu yang beredar di masyarakat. Langkah itu katanya, kerap dilakukan warga manakala terjadi gempa bumi seperti beberapa waktu sebelumnya. “Kebetulan, lokasi SMP tersebut lebih tinggi ketimbang daerah pantai sekitarnya. Jadi, kami yakin daerah itu tak akan bisa dijangkau air laut,” terang Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Sindangkerta itu.
Namun mereka mengungsi tak lama. Yakni hanya berlangsung sekitar 4 jam, mulai dari pukul 17.00 hingga pukul 21.00. Mereka kembali pulang karena yakin situasi akan aman. Selain itu, saat mengungsi mereka tak membawa serta barang-barang apapun, kecuali nasi timbel untuk mengganjal perut mereka untuk buka puasa. (yem)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar