CIREBON - Getaran gempa yang terasa di Kota Cirebon menyebabkan korban luka. Sedikitnya tiga orang dilarikan ke RS Pelabuhan Cirebon. Terdiri dari seorang ibu, Wahyuni (41) dan dua orang anaknya yang kembar, Dora (12) serta Dera (12). Mereka warga Karangsembung Kabupaten Cirebon.
Wahyuni menuturkan saat getaran gempa terasa, ia dan anaknya seperti pengunjung yang lain berusaha berebutan keluar gedung PGC. Karena padatnya pengunjung, tak ayal ia dan anak-anaknya terdorong-dorong yang akhirnya menyebabkan Dora terlepas dari pegangan hingga akhirnya terinjak-injak. “Saya tak bisa berbuat banyak, berteriak pun susah sekali. Anak saya terinjak-injak tanpa saya mampu menolong. Ia pun kemudian pingsan dan segera oleh pengunjung lain diarahkan untuk menuju RS Pelabuhan,” katanya.
Diantar tukang becak, Wahyuni pun masuk UGD RS Pelabuhan. Tim medis kemudian menangani Dora yang pingsan. Sementara kembarannya, Dera, langsung ditidurkan di tempat tidur medis. Dera yang sempat diwawancarai Radar menuturkan, luka yang dialaminya itu akibat jatuh dan berdesak-desakan dengan orang banyak. Pasalnya, saat terjadi getaran langsung terjadi kepanikan apalagi setelah ambruknya atap plafon. "Saya juga sempat terpisah dengan orang tua saat terjatuh," ujarnya.
Kepada Radar, Dokter Unit Gawat Darurat RS Pelabuhan dr Adinda Maharani menerangkan kalau Dora mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Selain itu, sempat terjadi penurunan kesadaran akibat kekurangan oksigen saat berdesakan dengan orang banyak. "Tetapi, kami masih melakukan observasi pada Dora," ujar perempuan berkerudung ini.
Korban luka lainnya, namun tak dibawa ke rumah sakit adalah Vivi (21). Dipapah seorang rekan, Vivi yang berjalan terseok karena kakinya merasa sakit, mengungkapkan dirinya terjatuh dari ekskalator saat berebutan turun dari lantai dua PGC. “Iya nih, kaki saya sakit sekali. Saya jatuh dari ekskalator saat pengunjung berebutan keluar,” tandasnya. (ron/yud)
Sabtu, September 05, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar