Sabtu, September 05, 2009

Korban Gempa Guranteng Butuh Makanan


PAGERAGEUNG - Ratusan warga Kecamatan Pagerageung di tiga desa, hingga saat ini masih belum bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka masih tetap bertahan di tanah lapangan dengan mendirikan tenda darurat akibat rumah mereka rusak.

Terutama warga di tiga desa yang mengalami kerusakan cukup parah. Seperti di Kampung Cikerenceng Desa Guranteng, Kampung Ambarayah Desa Sukadana dan beberapa kampung di wilayah Desa Puteran.
Hingga saat ini, warga di ketiga desa itu masih tetap bertahan di tenda-tenda darurat. Akibat kondisi geografis yang cukup jauh dari pusat Kecamatan Pagerageung, warga di Desa Guranteng masih belum mendapatkan bantuan berupa bahan makanan, selimut maupun tenda untuk berteduh.

Hal ini membuat khawatir Ketua Forum Tasik Utara Bangkit (FTUB) Ajengan Abdul Latif. Untuk itu, dia bersama anggotanya dan unsur kepemudaan, elemen kemasyarakatan Kecamatan Pagerageung dan para tokoh masyarakat setempat mendirikan posko bantuan. “Kasihan warga, terutama yang rumahnya tidak bisa dihuni kembali. Mereka sampai sekarang tinggal di tenda-tenda darurat. Sementara bantuan dari pemda masih belum datang juga. Baik berupa bahan makanan maupun tenda yang layak untuk mereka tempati,” ucapnya, kemarin.


Dia mengaku, secara swadaya FTUB mencoba merangkum bantuan seadanya kepada warga lain yang tidak mengalami bencana. Alhasil, bersama unsur kepemudaan dari KNPI Kecamatan Pagerageung dan beberapa pemuda pencinta alam, bisa memberikan bantuan alakadarnya kepada para warga yang menjadi korban.
Ditambahkan H Dedy Permana, penasihat FTUB, seharusnya bantuan tidak terkonsentrasi ke salah satu daerah saja. Sebab di beberapa daerah pun terdapat warga yang mengalami korban serupa. “Seperti di Kampung Kerenceng ini. Warga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ucapnya.


Dikatakannya, di Kampung Kerenceng terdapat 40 rumah rusak berat, dan puluhan lainnya rusak ringan. Sedangkan di Kampung Ambarayah terdapat 10 rumah yang hancur. “Di Desa Sukadana ada korban yang meninggal yakni seorang bocah SD. Sementara 200 warga lainnya kehilangan tempat tinggal,” tandas dia diamini Dwi, sekretaris KNPI Kecamatan Pagerageung. (sup)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar